ALL FILM Dipublikasikan 00.05, 28/11/2019 • Gibran Sani
First of all, sepertinya saya harus mengatakan bahwa saya penggemar Martin Scorsese, saya tumbuh besar dengan film-film gangster dan crime drama yang telah dibuatnya. Saya masih ingat ketika saya pertama kali menyaksikan Mean Streets yang diperankan oleh Robert De Niro dan Harvey Keitel. Dengan film ini pemahaman saya terhadap dunia film semakin luas, dan memang ketika itu umur saya masih belasan, dan saya masih terpaku dengan karya-karya fantasi seperti Star Wars dan The NeverEnding Story. Scorsese membuka mata saya terhadap kekuatan drama dalam sinema.
Semenjak itu saya menyaksikan berturut-turut film Scorsese lainnya seperti Goodfellas, Raging Bull, Taxi Driver, The King Of Comedy, Casino, Cape Fear, New York New York bahkan karya-karya baru miliknya seperti The Departed, The Wolf of Wall Street, Hugo, The Aviator, ataupun film terakhirnya sebelum The Irishman, Silence. Berbeda dengan kekaguman saya terhadap Stanley Kubrick yang piawai dengan sinematografi yang visioner, Scorsese hadir dengan human drama yang begitu detil, begitu personal dan jujur. Maklum, ia dikenal dengan film-film gangsternya seperti Goodfellas dan Casino, dua judul ini diadaptasi dari kisah nyata yang ditulis oleh Nicholas Pileggi. Scorsese pun pernah berucap bahwa mengangkat sebuah film dari kisah nyata membutuhkan ruang eksplorasi karakter yang kuat, dan ini yang selalu ia tekankan di film-filmnya, dan merupakan salah satu kekuatan dia sebagai sineas yang sangat dihormati.
Okay, now that we've get that out of the way, kembali ke The Irishman, film ini merupakan sebuah comeback yang luar biasa dinantikan fans sinema di seluruh dunia. Bagaimana tidak, Joe Pesci keluar dari pensiunnya untuk bermain bersama De Niro untuk film yang disutraradai oleh Martin Scorsese. Seperti telah kita ketahui De Niro, Pesci sangat sering bekerjasama dengan Scorsese, dan tiga nama ini sebenarnya sudah sangat cukup untuk membuat kita menanti-nanti The Irishman, namun nama Al Pacino masuk dalam daftar pemeran. Pertama kali bekerja bareng Scorsese, Pacino adalah aktor watak legendaris yang karirnya sering dibanding-bandingkan dengan De Niro. Meskipun memiliki kepiawaiannya masing-masing, dua aktor ini adalah nama harum Hollywood.
Film ini mengisahkan mengenai perjalanan hidup Frank Sheeran (Robert De Niro), seorang veteran Perang Dunia II dan hubungannya bekerja dengan Italian-American gangster, terutama Russell Bufalino (Joe Pesci), dan juga persahabatannya dengan Jimmy Hoffa (Al Pacino) yang merupakan President Director dari Teamster Union, yang merupakan organisasi blue-collar worker di Amerika yang memiliki anggota lebih dari satu juta orang.
Jalan hidup Sheeran diceritakan dengan gaya narator seperti yang biasa Scorsese lakukan di beberapa filmnya, dan ini memberikan ruang bagi penonton untuk bisa memahami lebih dalam perkembangan karakter yang ada, dan juga drama yang terjadi dalam kehidupan rumah tangga seorang Frank Sheeran ataupun kehidupan profesionalnya. Sementara itu Russell Bufalino yang diperankan oleh Joe Pesci terkesan begitu hidup dan begitu memegang peranan penting dalam kehidupan Frank Sheeran yang kemudian mempercayakan karier hidupnya bersama Bufalino. Hubungan emosional ini tergambarkan dengan brilian oleh dua aktor watak senior ini.
Bermain-main dengan flashback sembari Sheeran dan Bufalino mengendarai kendaraannya menuju Detroit di masa tua mereka, film ini memberikan kita pandangan mendalam tentang refleksi seorang mob enforcer yang menyesali hidupnya dan mencoba berdamai dengan masa lalunya dengan bercerita. Dan kita sebagai penonton dibuat menjadi pendengar khidmat dongeng hidup seorang Frank Sheeran. Plot yang sedikit lambat, tentu memiliki alasan yang cukup kuat, Scorsese memberikan ruang yang luas untuk karakternya berkembang, dan dengan tidak terbatasnya durasi film karena tayang di Netflix, Steve Zaillian selaku penulis naskah dan Scorsese menggunakan kebebasan tersebut dengan sangat efisien. Setiap delik drama yang dihadirkan dari bagian hidup seorang Frank Sheeran, selalu memiliki alasan untuk ditampilkan.
Al Pacino sebagai Jimmy Hoffa pun menampilkan sesuatu yang memberikan dimensi berbeda terhadap film ini. Hoffa dan Sheeran berkenalan melalui Bufalino, dan seperti ada tanggung jawab moral yang diemban oleh Sheeran dalam menjadi seorang bodyguard bagi Hoffa, yang ketika itu menghadapi begitu banyak gempuran politik dan juga tekanan dari musuh-musuhnya. Rivalitas yang perlahan timbul antara organized crime family dengan Jimmy Hoffa juga terlihat dieksekusi dengan sangat perlahan oleh Scorsese. Menyelipkan dialog yang jenaka juga menjadi kekuatan sineas satu ini dalam menceritakan drama yang sebenarnya sangat kompleks ini.
Period Piece adalah salah satu keahlian Scorsese, seperti yang telah kita lihat di Silence dan juga Goodfellas, dan dengan The Irishman, yang notabene diangkat dari buku berjudul I Heard You Paint Houses karya Charles Brandt, Scorsese bermain-main dengan situasi Amerika di dekade 50an dan 60an. Bercampur aduk dengan background kondisi politik negeri Paman Sam, The Irishman memiliki alur cerita linear yang menyenangkan untuk diikuti. Dan mengingat durasinya yang hampir 3.5 jam ini, kehebatan Steven Zaillian (Schindler's List) teruji dengan kerapihan alur cerita dan kejenakaan dialog serta terbentuknya hubungan emosional yang kuat di antara masing-masing karakter yang dihadirkan.
45 menit terakhir film ini memiliki penekanan yang berbeda, dan sejujurnya bagian terakhir film inilah yang membuat saya mampu berucap bahwa ini karya terbaik Scorsese. Dengan berakhirnya karier seorang Frank Sheeran dalam organized crime dan juga kehidupan politik Amerika, kita disuguhkan dengan masa tua Sheeran yang terasing dan begitu menyendiri. Scorsese memberikan ruang yang luas untuk kita bersimpati dengan tokoh ini. Dan perasaan personal yang ditonjolkan Scorsese di bagian penghujung film ini membuat kita ikut merasa bahwa sebenarnya Scorsese seolah sedang menggambarkan dirinya. Dengan dialog-dialog yang terbangun baik, kesendirian yang ditampilkan dalam layar menjadi sebuah tekanan yang berbeda dan penutup manis dari sebuah crime-epic.
Meskipun saya masih sedikit kesal, karena saya merasa bahwa The Irishman patut mendapatkan screen time di bioskop sebelum masuk ke streaming service. Dan meskipun ada limited release di beberapa bioskop di Amerika dan juga beberapa negara Eropa, dunia imajiner seorang Martin Scorsese seharusnya tetap dinikmati di layar bioskop
Rating R Directed by Martin Scorsese Written by Steven Zaillian (from a book by Charles Brandt) Cast Robert De Niro, Al Pacino, Joe Pesci Running Time 209 Minutes
I Heard You Paint Houses Movie Release Date Amc
Source: https://today.line.me/id/v2/article/kvO5l1
No comments:
Post a Comment